Kesalahan Mendasar Yang Umum Dilakukan Player Football Manager Pemula

1. Tidak Paham Skema, Taktik, Serta Role Yang Dimiliki Pemainnya

Kesalahan pertama dan dampaknya sangat fatal adalah. Kita belum atau tidak begitu paham dengan skema permainan dan taktik yang telah kita pilih. Untuk seri-seri terbaru sih, sekarang sebetulnya game otomatis sudah memberikan kita rekomendasi skema permainan apa yang cocok dengan tim yang kalian miliki saat ini.

Tapi ya tidak menutup kemungkinan kalo para player pemula ini hanya mengetahui nama atau istilahnya saja. Untuk itu, kalian nantinya akan secara otomatis juga mempelajari skema permainan yang kalian pilih. Peran apa saja yang tersedia dalam skema tersebut. Dan role serta trait pemain seperti apa yang cocok dalam sebuah skema permainan.

2. Asal Beli Pemain Tanpa Melakukan Scouting dan Analisis

Yang kedua ini tentu masih berhubungan dengan poin pertama sebelumnya. Kita tentu enggak sembarangan asal beli pemain hanya karena kita tahu dia berposisi di satu sektor. Katakanlah, kalian beli Erling Haaland untuk kalian jadikan striker tunggal. Tapi ternyata trait yang Haaland miliki tidak mendukungnya untuk jadi striker tunggal di skema permainan kalian.

Untuk itu, sebelum membeli dan merekrut pemain. Hal pertama yang harus kalian cermati adalah trait serta role pemain incaran kalian. Lakukan proses Scouting serta meminta Analysis Report pemain yang kalian minati.

Jika kalian merasa metode tersebut cukup rumit. Kalian bisa mengklik salah satu pemain yang posisinya ingin kalian tambah. Lalu klik Find Similar Players di sub menu pemain tersebut.

3. Kurang Ahli Melakukan Proses Negosiasi

Godaan untuk membeli pemain tatkala memasuki periode transfer memang sangat kuat. Apalagi jika pemilik klub yang kalian latih memberikan budget transfer dalam jumlah yang cukup besar. Rasanya, pasti pengen deh beli pemain ini-itu supaya skuad yang di punya jadi makin oke.

Eits, tapi ada satu hal yang harus di perhatikan, nih. Jangan lupakan peran agen serta Market Value sang pemain. Alih-alih kamu ingin mengincar sang pemain dengan harga yang menurut kalian sudah cocok. Namun ternyata kalian hanya di kibuli oleh sang agen karena dengan nilai kontrak yang mahal, ternyata pemain tersebut tidak perform di tim kalian.

Solusinya adalah, kalian bisa melimpahkan proses negosiasi, khususnya kontrak pemain kepada Director of Football. Beberapa tulisan sebelumnya, gue pernah menulis betapa pentingnya peran seorang Director of Football ini di tim kalian. Jadi setelah membaca list ini, kalian tentunya sangat gue rekomendasikan membaca tulisan tersebut.

4. Kurang Memperhatikan Backroom Staff

Mungkin buat para pecinta sepakbola, mereka tentu enggak bakalan ambil pusing untuk jajaran Backroom Staff. Padahal, Backroom Staff ini lumayan penting untuk prospek klub yang kamu latih, loh! Bahkan di satu momen, Backroom Staff mampu membimbing tim kalian menjelma menjadi tim raksasa yang selalu menargetkan trofi di setiap musimnya.

Untuk itu, kalian harus mulai memperhatikan orang-orang Backroom Staff. Seperti Technical Director, Scout, Doctor, Physio, dan lain-lain agar tercipta sebuah kultur klub juara dalam tim tersebut.

5. Tidak Memperhatikan Suasana Ruang Ganti

Percayalah kata-kata ini. “Ruang ganti yang kondusif, tentunya akan membawa hasil yang positif di dalam tim.” Ya seperti perkataan salah satu ketua federasi sepakbola beberapa tahun lalu. Yang bilang kalau wartawannya baik, timnasnya juga baik.

Untuk itu kalian harus sebisa mungkin menjaga atmosfir ruang ganti se kondusif mungkin. Tapi bukan berarti kalian harus selalu memuji pemain kalian meski sedang tidak perform. Pemain-pemain yang kalian miliki tentu punya standar yang tinggi dan tekad yang kuat membawa tim yang ia bela sukses. Sedikit kritikan saja mereka masih dapat termotivasi, kok.

Kiriman serupa